Tre kronor
Sinopsis
Tre kronor adalah sinetron Swedia yang tayang di TV4 pada periode 1994-1999. Serial ini berlangsung di pinggiran kota fiktif kelas menengah Mälarviken, yang terletak di sekitar Stockholm. Eksteriornya difilmkan di Sätra, pinggiran kota Stockholm, dan interiornya difilmkan di sebuah studio di Kvarnholmen serta di Kungens Kurva. Tre kronor ditayangkan pada periode waktu yang sama dengan Rederiet di SVT dan acara di mana penontonnya bersaing dan mereka berdua memiliki sekitar 1-2 juta penonton. TV4 memulai Tre kronor pada tahun 1994 untuk bersaing memperebutkan pemirsa Rederiet. Lagu khasnya ditulis oleh Lasse Holm. Film spin-off Reine och Mimmi i fjällen! didasarkan pada dua karakter; Reine dan Mimmi. Serial ini memiliki akhir yang dramatis di mana semua karakter kecuali enam orang terluka parah dalam bom bunuh diri yang terjadi di restoran lokal Tre Kronor. Yang menjadi pelakunya adalah pendeta sendiri. Dua bahaya besar dalam serial ini adalah ketika Hans Wästberg, diperankan oleh Ulf Brunnberg, merampok kantor pos dan secara tidak sengaja menembak putranya Hans-Åke. Hans Wästberg dibawa ke penjara dan menghilang dari serial tersebut setelah musim kedua. Musim Ketiga berakhir dengan Sirpa "Bimbo" Koskinen, pacar Hans-Åke Wästberg, meninggal dalam kecelakaan bus. Salongo yang diperankan oleh Richard Sseruwagi adalah seorang pengungsi dan pebisnis kaya dari Uganda yang jatuh cinta dengan seorang polisi wanita yang sudah menikah, Lena Sjökvist yang diperankan oleh Catharine Hansson dan dia kemudian membeli restoran Tre Kronor. Kemudian di serial tersebut, Salongo membeli restoran lain dan dia menghilang dari serial tersebut.
Pemeran
Film Terbaru
Film Berkaitan
Segera Tayang
Ulasan Penonton
Tre kronor punya premis menarik sebagai film drama, tapi eksekusinya masih bisa lebih baik. Ada beberapa momen yang saya nikmati meski kurang konsisten.
Film ini menghadirkan konsep drama yang unik. Tre kronor mungkin bukan yang terbaik di genre-nya, tapi masih ada hal yang bisa diapresiasi.
Masih bisa menikmati Tre kronor sebagai hiburan ringan. Meski ratingnya biasa, film ini punya momen-momen yang cukup entertaining.
Tre kronor (1994) tidak buruk untuk ditonton sekali. Ada usaha dalam pengembangan ceritanya meski hasilnya belum maksimal.
Sebagai film drama, Tre kronor masih bisa menghibur. Beberapa elemen produksinya lumayan, tapi ceritanya perlu lebih dikembangkan.